Berbuat baik adalah suatu hal yang harus dibudidayakan, berbuat baik tidak boleh berharap balasan, karna yang berhak membalas hanyalah yang maha kuasa

Minggu, 26 Oktober 2025

Antara Akhlak dan Ilmu

 

Antara Akhlak dan Ilmu

Karya N. Wakhidah

Ilmu akan menerangi jalan kehidupan

Akan tetapi, akhlak yang dapat menuntun arah langkah

Akan menjadi cahaya palsu jila ilmu tak disertai budi pekerti

Akan membutakan hati meski bersinar terang

 

Orang yang berilmu akan dihormati karena pintar

Namun orang berakhlak akan dicintai karena bijak

Buku dapat menambah wawasan

Tapi kedamaian kan didapat dari hati yang lembut

 

Jika ingin jadi teladan, bukan harus tahu segalanya

Tapi akhlak terpuji yang akan meninggalkan kesan

Kita berbicara, diajarkan oleh ilmu

Tetapi akhlak mengajarkan kapan harus diam

 

Tinggi bukanlah gelar jika dihdapan Tuhan

Tetapi, rendah hati dan perilaku sabar

Akhlak bagaikan akar pohon

Dapat menguatkan ilmu yang selalu tumbuh

 

Kita boleh belajar setinggi langit

Tapi hati harus ditundukkan di bumi

Karena kemuliaan hati bukan dari kepala

Tetapi daru hati yang tahu cara berbuat baik

Gema di Ujung Lisan

 Gema di Ujung Lisan

Karya N. Wakhidah

Angin menerpa dan membawa bisik yang tak terlihat di kala senja

Mencari ati untuk berlabuh dari setiap kata yang melayang

Ada ketajaman dan ada getaran lembut yang tak disadari

Dari mulut yang kadang lupa pada makna sendiri

 

Lidah bagai pedang dibalik sutra

Berbahaya saaat terburu, dan indah ketika berhati

Akan bisa menumbuhan taman mesi hanya dengan satu huruf

Tapi kadang, dapat mneyalakan bara di dada

 

Tidak setiap orang akan menatap wajah kita

Tapi dapat mengetahui jiwa kita melalui kata

Akan menjadi doa jika dengan nada lembut

Dan menjadi badai tinggi dilangit jiwa jika dengan nada tinggi

 

Bayangmu kan berbicara dicermin pagi dan mengingatkan

“Sebelum ucapan menjatuhkanmu. Maka jagalah bicaramu”

Karena diantara sunyi dan bicara

Akan tersembunyi harga diri yang tak terlihat mata

Rabu, 22 Oktober 2025

Peringatan

Peringatan

Karya N. Wakhidah

 

Jika ego masih tetap ditinggikan

Hingga menutup telinga dari suara hati

Jika fomo dikedepankan

Hingga menyeret langkah tanpa arti

Maka kehancuran siap menghampiri

 

Janganlah terburu-buru

Kehidupan tak akan lari dari langkah kita

Tak perlu selalu mengejar tren

Setiap sorot lampu tak harus selalu dijadikan arah

Tidak mengikuti tren bukan berarti kalah

 

Terkadang diam akan lebih bijak

Dan yang ramai di luar sana

Belum tentu benar-benar bahagia

Terkadang terbesit luka di dalam dada

 

Ingatlah kawan

Temukan jati diri

Bukan di pujian semu

Tetapi nilai yang lahir dari

Ketulusan hati yang tiada henti

 

Berlarilah dengan mengetahui arah

Bersinarlah tapi tetap merendah

Dunia tak butuh yang selalu paling dulu

Dunia butuh yang tahu kapan harus jadi aku

Selasa, 15 Desember 2020

SENJA

Senja menghilang

Malam mendatang

Sepi menghampiri

Sunyi menyelimuti

Itulah tiba saatnya

Kita mendoa

Bersyukur atas segala yang diberi

Meminta apa yang dibutuhkan

Meski kadang permintaan lebih banyak daripada pengabdian

Aku bersyukur atas kehadiranmu

Sangat sangat bersyukur

Kau yang sudah mempercayakan cintamu padaku

Kau yang mengubah warna abu-abu ku menjadi pelangi

Aku bahagia atas hadirmu dalam kehidupanku

Dan pintaku

Kita akan segera dipersatukan

Menjalin hubungan yang diwajibkan

Selasa, 03 Desember 2019

Ku Harap Tak Kan Asa



Menikmati senja di kota istimewa bersama orang yang istimewa
Dia
Orang yang benar-bebar sulit ditebak
Tatapannya begitu mendamaikan
Lirikannya begitu menakjubkan
Diskusinya?
Begitu membuka pikiran
Dia begitu menarik
Mebuat menderu dalam diriku
Deruanku penuh pertanyaan
Yang tak tau kapan ku kan temukan jawaban
Izinkan aku untuk mengenalmu lebih dalam

DERU RASA DALAM DIRIKU


Tentang kata istimewa. Aku sendiri tak tau menau tentang makna kata istimewa. Tapi hari ini aku benar-benar menikmati senja di kota istimewa bersama orang yang begitu istimewa. Secara kamus, kata istimewa bisa diartikan sebagai ‘lain daripada yang lain’, tetapi makna secara rasa dan karsa aku tak begitu menemukan apa makna yang sesungguhnya. Tapi… aku merasa bahagia, emztt berarti istimewa itu yang membuat bahagia? Mungkin bisa jadi seperti itu.
Bertemu dengan seseorang yang belum lama dikenal tetapi terasa sudah kenal bertahun-tahun memang menyenangkan apalagi kalau sepemikiran. Ya…. Mungkin karna sepemikiran itulah yang baru kenal sebentar terasa lama. Ada yang lucu saat itu, aku yang berasal dari bidang pendidikan bahasa dan sastra ehhh malah dia yang sepertinya lebih paham dengan kurikulum.
Ngobrol kesana kemari dan tak terasa hampir satu jam lamanya. Kurang lama dan aku juga kurang puas, namun aku bahagia. Membingungkan? Iya aku sendiri aja juga bingung. Haha. Pada intinya aku merasa mengobrol dengannya membuatku nyaman, tatapannya dan lirikannya juga nyaman, tapi aku merasa bahwa ia hanya menganggapku sebagai seorang adik. Mungkin karena aku begitu kekanak-kanakan dan dia begitu dewasa. Entahlahhh… dia emang orang yang sangat sulit ditebak.
Aku takut dan jengkel pada saat itu. Apa maksudnya dia mau dikenalkan denganku, apa maksudnya mau bertemu denganku? Sebatas menambah teman? Atau diakah yang kan membuatku berani kembali membuka hati? Duh…..dedek… ingat kau tak boleh begitu berharap. Aku takut, benar-benar takut kalau sampai aku benar-benar memiliki rasa dengannya. Ada tiga hal yang aku takutkan. Pertama kalau perasaanku ke dia hanya sebagai pelampiasan, kedua aku takut kalau ternyata aku hanya terbawa perasaan saja, ketiga aku takut kalau aku hanya diberi harapan palsu.
Tapi aku begitu tenang dan bahagia bersama dia. Duh gusti... apakah ini anugerah atau cobaan darimu?. Jika aku benar-benar menyukainya atau bahkan mencintainya, apakah aku pantas untuknya? Apakah hati ini benar-benar layak huni? Karna aku merasa saat itu dia membuat tulisan yang intinya hati ini harus benar-benar layak huni dan tujuan dari sebuah hubungan bukanlah untuk menyembuhkan luka melainkan menyempurnakan kebahagiaan. Lalu apakah saat ini aku sudah bahagia? Sudah, aku sudah begitu bahagia. Bagaimana dengan dia? Sepertinya ia masih begitu susah untuk melupakan cinta pertama. Aku tidak akan memaksa dia untuk melupakan cinta pertamanya dan aku juga tidak akan memaksakan diri untuk menjadi seperti cinta pertamanya.
Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya tentang dirinya, tantang perasaannya. Apakah dia benar-benar memiliki rasa padaku atau hanya sebatas abang dan adik? Yang jelas niat pertama dan paling utama aku mau berkenalan dengannya utnuk menambah persaudaraan, entah akan menjadi saudara yang bagaimana. Sekalipun aku memiliki rasa dengannya, aku takut untuk memulai karna aku juga takut untuk mengakhiri.

#Tulisan ini mungkin tidak bisa disebut sebagai cerpen, melainkan lebih pantas disebut sebagai catatan harian. Terimakasih untukmu yang entah sadar atau tidak telah membangkitkanku untuk kembali menulis. Terimakasih untukmu yang selalu membaca dan menikmati setiap tulisanku.

Senin, 25 November 2019

Bangkit Tanpa Dendam dan Tanpa Melukai


Inginku kembali membuka hati
Namun traumaku masih menyelimuti
Aku hanya bisa melampiaskan melalui bait-bait puisi
Tak mungkin kulampiaskan pada seseorang dengan cara melukai
Karna ku tau betapa sakitnya dilukai
Sampai pada akhirnya aku diperkenalkan dengan seseorg
Yang saat ini ku panggil abang dengan rasa yg begitu nyaman
Yang memanggilku 'dik' dan kurasakan kehangatan
Dengan diskusi-diskusi yang mampu membuka pikiran
Entah sampai kapan semua ini berjalan
Dan entah bagaimana takdir yang digariskan tuhan