Gema di Ujung Lisan
Karya N. Wakhidah
Angin
menerpa dan membawa bisik yang tak terlihat di kala senja
Mencari
ati untuk berlabuh dari setiap kata yang melayang
Ada
ketajaman dan ada getaran lembut yang tak disadari
Dari
mulut yang kadang lupa pada makna sendiri
Lidah
bagai pedang dibalik sutra
Berbahaya
saaat terburu, dan indah ketika berhati
Akan
bisa menumbuhan taman mesi hanya dengan satu huruf
Tapi
kadang, dapat mneyalakan bara di dada
Tidak
setiap orang akan menatap wajah kita
Tapi
dapat mengetahui jiwa kita melalui kata
Akan
menjadi doa jika dengan nada lembut
Dan
menjadi badai tinggi dilangit jiwa jika dengan nada tinggi
Bayangmu
kan berbicara dicermin pagi dan mengingatkan
“Sebelum
ucapan menjatuhkanmu. Maka jagalah bicaramu”
Karena
diantara sunyi dan bicara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar