Alya
adalah seorang anak perempuan tunggal yang tinggal bersama ayahnya di sebuah
rumah sederhana. Ibunya sudah tiada sejak Alya usia 5 tahun karena mengidap
penyakit gagal ginjal. Sejak kecil, Alya sering merasa berbeda. Ia bisa
mendengar suara-suara yang tidak bisa didengar orang lain, bahkan dari tempat
yang sangat jauh.
Saat
itu, waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Alya mendengar suara tangisan
pelan dari samping rumahnya. Ia berusaha mengabaikannya tetapi suara itu
semakin jelas dan memanggil namanya.
“Alya…
tolong aku…”
Dengan
ragu, Alya memberanikan diri untuk mengecek melalui jendela. Ketika jendela
dibuka, suara itu terdengar semakin nyata. Tiba-tiba, sosok samar muncul di
hadapannya. Wajahnya pucat namun tidak menyeramkan.
“Aku
tidak bisa pulang,” kata sosok itu lirih.
Alya
terkejut, tetapi ia tidak lari. Ini bukan pertama kalinya ia melihat makhluk
seperti itu. Dengan suara pelan, Alya bertanya, “Apa kamu butuh bantuan?, coba
ceritakan apa yang terjadi”
Makhluk
itu menceritakan bahwa ia tersesat dan tidak bisa menemukan jalan kembali. Alya
memejamkan mata, mencoba mendengar lebih jauh. Ia menggunakan kemampuannya
untuk mencari petunjuk. Dalam pikirannya, ia mendengar suara angin berbisik,
menunjukkan arah yang harus ditempuh.
“Ke
arah sana,” kata Alya sambil menunjuk.
Perlahan,
cahaya lembut muncul dan menyelimuti makhluk itu. Wajahnya berubah menjadi
tenang.
“Terima
kasih, Alya,” ucapnya sebelum menghilang.
Sejak
saat itu, Alya menyadari bahwa kemampuannya bukanlah sesuatu yang harus
ditakuti. Ia bisa membantu mereka yang tidak terlihat oleh orang lain.
Meski hidupnya sering terasa sepi, Alya tahu bahwa ia tidak benar-benar sendiri. Ada dunia lain yang selalu berbisik, dan hanya dia yang bisa mendengarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar