Berbuat baik adalah suatu hal yang harus dibudidayakan, berbuat baik tidak boleh berharap balasan, karna yang berhak membalas hanyalah yang maha kuasa

Rabu, 26 Agustus 2026

Suara dari Kejauhan

Alya adalah seorang anak perempuan tunggal yang tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah sederhana. Ibunya sudah tiada sejak Alya usia 5 tahun karena mengidap penyakit gagal ginjal. Sejak kecil, Alya sering merasa berbeda. Ia bisa mendengar suara-suara yang tidak bisa didengar orang lain, bahkan dari tempat yang sangat jauh.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Alya mendengar suara tangisan pelan dari samping rumahnya. Ia berusaha mengabaikannya tetapi suara itu semakin jelas dan memanggil namanya.

“Alya… tolong aku…”

Dengan ragu, Alya memberanikan diri untuk mengecek melalui jendela. Ketika jendela dibuka, suara itu terdengar semakin nyata. Tiba-tiba, sosok samar muncul di hadapannya. Wajahnya pucat namun tidak menyeramkan.

“Aku tidak bisa pulang,” kata sosok itu lirih.

Alya terkejut, tetapi ia tidak lari. Ini bukan pertama kalinya ia melihat makhluk seperti itu. Dengan suara pelan, Alya bertanya, “Apa kamu butuh bantuan?, coba ceritakan apa yang terjadi”

Makhluk itu menceritakan bahwa ia tersesat dan tidak bisa menemukan jalan kembali. Alya memejamkan mata, mencoba mendengar lebih jauh. Ia menggunakan kemampuannya untuk mencari petunjuk. Dalam pikirannya, ia mendengar suara angin berbisik, menunjukkan arah yang harus ditempuh.

“Ke arah sana,” kata Alya sambil menunjuk.

Perlahan, cahaya lembut muncul dan menyelimuti makhluk itu. Wajahnya berubah menjadi tenang.

“Terima kasih, Alya,” ucapnya sebelum menghilang.

Sejak saat itu, Alya menyadari bahwa kemampuannya bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Ia bisa membantu mereka yang tidak terlihat oleh orang lain.

Meski hidupnya sering terasa sepi, Alya tahu bahwa ia tidak benar-benar sendiri. Ada dunia lain yang selalu berbisik, dan hanya dia yang bisa mendengarnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar